Athletics Day at John Landy Athletics Field!

16:53 Pia Zakiyah 1 Comments

Setelah kemarin pegal-pegal karena tepar keliling Moomba Festival di Melbourne seharian, akhirnya hari ini saya kembali ke sekolah. Ternyata hari ini tidak ada pembelajaran di kelas karena ada Athletic Day! Yay! All class dismissed!

Untungnya kemarin saya udah dikasih tau koordinator saya, Mbak Aphra, untuk pakai pakaian olahraga. Pas tadi pagi ke sekolah, buset.. seru banget! Saya liat banyak murid yang memakai kostum tidak seperti biasanya. Mereka lebih ekspresif dan mukanya lebih ceria. Semua guru-guru juga sama, lebih sporty dan santai.


Funny Costume at Athletic Day!

Funny costume, again!
Sebelum pergi ke venue tempat nanti kegiatan dilaksanakan, yaitu John Landy Athletics Field, semua murid harus masuk ke kelas period 1 dulu buat dicek absensi. Setelah guru selesai cek kehadiran siswa, kami berbondong-bondong menuju bis sekolah di halte depan. Sebenernya saya agak aneh, padahal sekolah ini punya lapangan yang luas banget. Tapi kenapa ya harus cari tempat lain buat Athletic Day ini?



Ternyata, di acara ini lapangan yang diperlukan itu lapangan yang bener-bener kayak sarana olahraga. Ada running track yang bagus dan terawat banget, ada tempat buat lempar lembing (javelin), ada fasilitas buat shot put alias lempar bola besi yang beratnya minimal 3 kg, arena buat long jump, ada fasilitas buat hammer throw, ada juga matras besar buat high jump dan lain sebagainya. Pokoknya lengkap banget. Kalau diliat-liat sih ukurannya mirip Sasana Olahraga Ganesa (Saraga ITB) tapi yang ini jauh lebih lengkap fasilitasnya. 


Area long jump

Running Track

Enjoy the autumn

This is a huge sport field

Murid-murid semuanya antusias. Meskipun gak semuanya terlibat di kegiatan olahraga, tetapi mereka saling dukung satu sama lain. Di sekolah ini murid dan guru terbagi menjadi empat tim. Nama-nama tim tersebut berasal dari beberapa orang penting yang ada di Geelong, yaitu:


(Klik nama di atas kalau pengen kepo siapa mereka).

Sebenernya saya agak bingung karena saya gak dikasih tugas apa-apa. Kebetulan koordinator saya ada jadwal mengajar di sekolah lain jadinya saya celingukan. Padahal sebelumnya saya barengan partner koordinator saya, Pak Karl, tapi tiba-tiba dia menghilang dan saya gak tahu harus cari kemana. Akhirnya saya pedekate sama guru-guru yang lainnya dan menawarkan bantuan. Jadilah saya bantu-bantu di bagian pemberian nomor urutan buat para pelari yang udah sampai di garis akhir running track. Seru! Meskipun tugas saya gak terlalu susah, tapi saya harus pay attention supaya gak lupa urutan murid yang sampai di garis akhir (soalnya mereka larinya cepet banget, kakinya panjang-panjang!).


Sprint time!
Bola besi untuk shot put
Area lempar shot put
Setelah ada jadwal istirahat buat makan siang, akhirnya saya ketemu juga sama Pak Karl dan nyobain shot put dengan bola besi yang paling kecil (3 kg). Duh, susah banget. Katanya kalau salah lempar bisa-bisa tangan saya cedera. Untungnya saya gak salah lempar, tapi lemparannya deket banget (padahal murid bisa lebih jauh :D).


Santai di rumput
Pas saya istirahat di rumput, eh ada satu murid approach saya dan nanya-nanya. Nama dia Ali, ternyata dia kelas 11 dan baru sekolah di sini 1,5 tahun. Dia berasal dari Irak dan di sini karena ayahnya lanjut kuliah ambil PhD. Tapi katanya dia gak akan balik lagi karena di Irak perangnya gak selesai-selesai. Ternyata dia beragama Islam juga. Pantesan ngedeketin, biasanya murid lain cuek-cuek aja. Saya sempet nanya-nanya tentang daging halal, dia bilang keluarganya beli daging halal yang fresh di Melbourne sekaligus banyak karena di Geelong agak susah dan gak fresh. Saya sempet sedih karena ternyata emang beneran agak susah cari daging halal di sini. Tapi dia anaknya baik banget, dia bilang kalau ada apa-apa di luar urusan sekolah atau susah cari daging halal katanya dia dan keluarganya mau bantu. Alhamdulillah.


Beres ngobrol, saya akhirnya ketemu Mbak Aphra. Kita leyeh-leyeh di rumput sambil nunggu tugas bagian Mbak Aphra jam 2 siang. Karena cuaca hangat dan saya gak ngapa-ngapain, akhirnya saya ngantuk banget. Sempet ketiduran sebentar di bawah sinar matahari  :))! Untung gak keenakan, karena kalau keenakan mungkin saya ketidurannya bisa sampai sore. 


Leyeh-leyeh
Tibalah waktu bertugas Mbak Aphra. Kami berdua keliling arena lapangan karena kebagian tugas fence buat ngecek jangan sampai ada murid yang kabur keluar pagar. Saya baru sadar ternyata di pinggir area olahraga ada sungai dan trek lari. Duh, coba aja deket rumah pasti saya sering ke sini buat nongkrong. Asik banget, rimbun dan teduh, udah gitu bersih banget pula. Sungainya bebas sampah dan gak berbau.


Running track di pinggir sungai
Setelah patroli bareng Mbak Aphra, akhirnya kami berpisah dan saya kembali ke sekolah dengan bis bareng guru-guru yang lain dan juga murid-murid. Saya pikir ini bisa jadi inspirasi dan ditiru juga oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Karena selain belajar berkompetisi, kita juga bisa jadi lebih sehat, lebih akrab dan lebih senang! Mungkin sebagian sekolah udah ada yang ngelaksanain kegiatan kayak gini, semacam pekan olahraga. Tinggal beberapa hal bisa ditambahkan seperti kreatifitas murid yang lebih dibebaskan untuk memakai kostum yang unik dan tidak hanya berorientasi untuk juara. Mereka yang pakai kostum aneh-aneh dipersilakan untuk menjadi wakil setiap timnya tetapi tidak masalah jika tidak menang. Bahkan dari mereka ada yang mengalah dan tidak terlalu ambisius untuk menjadi pemenang, karena yang penting mereka senang :)

Kiss,
- P


1 comment:

  1. Waahh seru y mbak. salam kenal yaa.. pertama kali kesini :)

    ReplyDelete

Instagram Snaps

www.piazakiyah.com. Powered by Blogger.