Melbourne Says "Hi!" to You ♥

20:45 Pia Zakiyah 5 Comments

Hai kamu yang ada di sana! Selamat datang di kota Melbourne!

Tak terasa ternyata sudah jalan delapan bulan saya tinggal di negeri kangguru dan koala ini. Mungkin kesempatan yang sedang saya jalani belum begitu lama jika dibandingkan dengan orang lain. Pada hari-hari kerja, saya tinggal di Geelong. Tetapi pada akhir minggu, jiwa dan raga saya selalu ingin berada di ibu kota Victoria ini. Sehingga saya pun merasa menjadi salah satu bagian dari Melbourne dan terikat dengannya. Tak pernah sebelumnya terbayangkan, saya akan berada di sini. Di kota yang baru-baru ini kembali mendapat predikat The Most Livable City in The World untuk yang kelima kalinya. Kota yang berjarak kurang lebih 5000 kilometer dari tanah kelahiran saya, Bandung. 


Yarra River sebagai ikon Melbourne

Melbourne (/ˈmɛlbərn/), seperti ibu kota negara bagian Australia lainnya, terletak di dekat pantai. Kota ini menjadi salah satu kota yang paling diandalkan di benua ini. Dulu pernah jadi ibu kota Australia dan menjadi kota terkaya dan terbesar pada masa Victorian Gold Rush. Dengan lokasi yang berada di dekat pantai, kota ini menjadi pusat keluar masuknya barang-barang dari pelabuhan. Mirip Jakarta deh. Kota ini juga dialiri sungai besar bernama sungai Yarra. Pastikan kalau kamu ke Melbourne, jangan lupa nongkrong-nongkrong di dekat sungai ini. Sungainya bersih dan enggak berbau. Bikin kita betah lama-lama di sini deh pokoknya :) Banyak orang termasuk turis yang jalan-jalan di sekitar sini. Bukan cuma karena pemandangannya yang asik, tapi juga karena orang-orangnya yang ramah.

Ketika pertama kali saya menapakkan kaki di Melbourne, saya langsung merasakan atmosfir yang banyak orang ceritakan. Meskipun saya berada di negeri 'bule', tetapi saya masih mendapatkan keramahan dari para Melbournian (sebutan untuk orang-orang yang tinggal di sini). Jangan heran kalau dimana-mana bakalan banyak orang menyapa. Sedikit-sedikit, "Hi, how are you?" atau pun "G'day!". Bukan berarti mereka sok kenal sok dekat, tetapi memang budayanya yang begini. Kita tinggal jawab,  "Good, thanks! How are you?" atau "G'day!" balik. Jangan lupa pasang senyum paling aduhai.. siapa tau ternyata jodoh. Hehe.

Melbournian berjalan-jalan
Waktu yang paling tepat untuk berjalan-jalan di Melbourne, khususnya sungai Yarra, yaitu pada saat musim panas. Matahari bersinar terang dan hangat. Rumput-rumput di taman dijadikan alas untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Berfoto pun menjadi lebih semangat karena cuaca tidak mendung. Sukses bikin hati dan pikiran senang. Yang lebih asik, kita bisa coba 30 minutes talking to strangers tanpa harus merasa takut. Saya sering tiba-tiba bertemu orang dan tidak sadar mengobrol dengan asiknya tanpa harus berkenalan. Secara enggak langsung hal ini membuat saya berpikir untuk lebih terbuka. Apalagi di Melbourne, kota yang sangat multikultural. 

Sempat saya berjalan-jalan di sungai Yarra dan bertemu orang Indonesia berkali-kali. Rasanya kayak lagi di Jakarta! Hehe! Hati-hati saja kalau mau berbicara macam-macam dalam bahasa Indonesia. Karena selain memang banyak orang Indonesia di sini, banyak juga orang asli sini yang belajar bahasa Indonesia. Jadi lebih baik ngomongin yang aman-aman aja, ya. Hehe....

River Cruise di sungai Yarra
Sungai Yarra di musim panas
Enjoying the river cruise!
Southbank, daerah pinggir sungai Yarra, pada saat mendung

Memasuki musim gugur, cuaca udah enggak terlalu bersahabat. Mendung dan hujan dimana-mana. Tetapi anehnya, dengan keadaan seperti itu kota ini masih tetap cantik. Masih terasa hangat karena banyak lovebirds dimana-mana. Jangan heran kalau ada banyak lockpads di salah satu jembatan di sungai Yarra. Biasanya orang-orang ke tempat ini untuk menuliskan nama dia dan orang yang dicintainya.


Lockpads di jembatan
Tak lengkap rasanya jalan-jalan ke suatu kota tanpa mengunjungi alun-alunnya. Nah.. ini dia tempat lain yang harus dikunjungi kalau ke Melbourne. Banyak orang Melbourne juga santai-santai di sini. Tempat ini bernama Federation Square.

Federation Square, Melbourne
Di Federation Square, kita bisa nongkrong atau sekedar duduk-duduk cantik. Kalau lagi beruntung kadang ada festival budaya di sini dan kita tidak perlu bayar sepeser pun. Kalau lapar atau haus tinggal ngesot sedikit, perut pun sudah berhenti bernyanyi. Banyak kafe dan pedagang makanan, jadi enggak perlu khawatir.

Kita juga bisa bermain dengan burung liar di Federation Square
Di seberang Federation Square, ada ikon lain yang terkenal dari kota Melbourne yaitu Stasiun Flinders. Stasiun kereta ini menjadi salah satu stasiun yang paling sibuk di Australia. Setiap hari kerja, bisa sampai 105.000 komuter dan 1.500 kereta melewati stasiun ini. Tapi meskipun selalu sibuk, orang-orang masih dapat berlalu-lalang dengan lancar karena mereka semua jalan cepat dan tidak ada yang sambil mainan ponsel sewaktu berjalan, hehe. 

Stasiun Flinders 
Perempatan di depan Stasiun Flinders
Stasiun Flinders di malam hari


Perempatan Stasiun Flinders di malam hari, cantik ya?
City sightseeing Melbourne
Selain jalan-jalan di sekitar sungai Yarra dan Stasiun Flinders, kita juga bisa keliling Melbourne pakai bis tingkat dua. Sayangnya fasilitas ini belum gratis, tapi enggak apa-apa... seenggaknya bisa muter-muter kota sambil foto-foto hehe. Harga karcisnya mulai dari AUD $7.

Nah kalau mau yang gratis, kita bisa naik trem. Melbourne adalah salah satu kota dengan sistem trem terbaik di dunia. Selama masih di dalam area CBD (Central Business District), kita bisa naik turun trem dengan gratis! Bisa naik yang modern atau pun yang antik. Lebih nyaman sih pakai trem yang modern, tapi kita harus siap siaga kalau-kalau trem sudah melewati CBD dan memasuki zona tidak gratis. Ada pilihan lain untuk keliling kota dengan tenang tanpa takut nyasar, yaitu lebih baik pilih trem yang antik (city loop). 


Trem Modern di Melbourne
Dengan pakai trem, kita gak perlu bingung kalau mau muter-muter. Kita bisa juga mengunjungi ikon lain Melbourne seperti gedung parlemen, State Library of Victoria, atau pun Melbourne Town Hall dan ikon lainnya. Kalau kita kuat, kita bisa jalan kaki loh karena  sebenarnya jarak ikon-ikon di Melbourne tidak terlalu jauh. Ikon-ikon ini pun gratis.. alias kita tidak perlu bayar karcis. Makin tambah sumringah deh, soalnya enggak perlu keluar uang, hehe. Ini taktik saya pribadi, ingin jalan-jalan dan foto-foto tapi tetap berhemat. Ternyata masih bisa diterapkan di sini loh.

Gedung Parlemen
State Library of Victoria
Pintu masuk State Library of Victoria
State Library of Victoria pada malam hari
Melbourne Town Hall
Melbourne Central
Di penghujung hari, enggak lengkap rasanya kalau gak ngopi-ngopi, belanja, atau pun cuci mata. Nah.. kalau sudah enggak ada pilihan tempat lain yang ingin dikunjungi, kita bisa langsung meluncur ke Melbourne Central. Melbourne Central adalah salah satu mall besar di kota ini. Mulai dari makanan Indonesia, Jepang, Taiwan, Thailand, India, Italia, Yunani, Perancis dan lainnya ada di sini.

Yang paling saya suka dari mall ini yaitu desain dalam ruangannya yang unik. Ada bangunan tua di dalamnya yang masih dipertahankan.  Dan ada juga jam dinding raksasa bernama The Marionette Watch di seberang bangunan tua yang tinggi menjulang itu. Setiap jam berganti, jam raksasa ini memainkan lagu dan tiba-tiba muncul dua patung anak kecil yang sedang bermain musik dengan patung burung-burung. Tanpa diminta, semua orang yang ada di sekitar langsung melihat ke arah jam dan mengeluarkan ponsel mereka. Lucu juga melihatnya, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa dengan sabar menonton dan menunggu sampai jam itu berhenti memainkan musiknya.

The Marionette Watch
Masih banyak tempat di Melbourne yang harus dikunjungi. Semoga kamu masih bersedia ikut perjalanan ini ya!

Kiss,
- P

5 comments:

  1. KAPAN BANGET YAA
    BISA KESANA JUGA >,<
    keren mbak :)

    ReplyDelete
  2. Buset dah, segala tema kayaknya udah diabisin di satu postingan, nih... :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih harusnya cuma fokus di satu ikon aja ya hahahhahahah bingung abisan ini semua ikon Melbourne xD

      Delete

Instagram Snaps

www.piazakiyah.com. Powered by Blogger.